Senin, 23 Januari 2012

Majas Dalam Bahasa Indonesia

Majas adalah bahasa kias yang dipergunakan untuk menimbulkan kesan imajinatif atau menciptakan efek-efek tertentu bagi pembaca atau pendengarnya.
Majas terdiri atas: 1. Majas perbandingan
                            2. Majas pertentangan
                            3. Majas sindiran
                            4. Majas penegasan

a. Majas Perbandingan
  
   Terdiri atas 7 bentuk berikut:
1. Asosiasi atau Perumpamaan
       Majas asosiasi adalah perbandingan dua hal yang pada hakikatnya berbeda, tetapi sengaja dianggap sama. Majas ini ditandai denganpenggunaan kata bagai, bagaikan, seumpama, seperti dan laksana.
contoh: semangatnya kera bagaikan baja

2. Metafora
       Majas metafora adalah majas perbandingan yang diungkapkan secara singkat dan padat.
contoh: perpustakaan adalah gudang ilmu

3. Personifikasi
      Personifikasi adalah majas yang membandingkan benda-benda taj bernyawaseolah-olah mempunyai sifat seperti manusia. contoh: ombak berkejar-kejaran ke tepi pantai

4. Alegori
      Alegori adalah majas perbandingan yang bertautan satu dan yang lainnya dalam kesatuan yang utuh. Alegori biasanya berbentuk cerita yang penuh dengan simbol-simbol bermuatan moral.
contoh: Cerita kancil dengan buaya dan kancil dengan burung gagak

5. Simbolik
      Simbolik adalah majas yang melukiskan sesuatu dengan mempergunakan benda-benda lain sebagai simbol atau lambang. contoh: Melati, lambang kesucian

6. Metonimia
       Metonimia adalah majas yang menggunakan ciri atau lebel dari sebuah benda untuk menggantikan benda tersebut. contoh: Setiap pagi ayah selalu menghirup kapal api

7. Sinekdokhe
      Sinekdokhe adalah majas yang menyebutkan bagian untuk menggantikan benda secara keseluruhan atau sebaliknya, Majas sinekdokhe terdiri atas dua bentuk berikut.
-Pars pro toto, yaitu menyebutkan sebagian untuk keseluruhan. contoh: per kepala mendapat Rp.300.000
-Totem ptro parte, yaitu menyebutkan keseluruhan untuk sebagian. contoh: indoneisa akan memilih idolanya malam nanti 


b. Majas Sindiran


Terdiri atas 3 bentuk:
1. Ironi
     Ironi adalah majas yang menyatakan hal yang bertentangan dengan maksud menyendiri.
contoh: Ini baru siswa teladan setiap hari pulang malam

2. Sinisme
      Sinisme adalah majas yang menyatakan sindiran secara langsung.
contoh: Lama-lama aku bisa jadi gila melihat tingkah lakumu itu

3. Sarkasme
      Sarkasme adalah majas sindiran yang paling kasar. Majas ini biasanya diucapkan oleh orang yang sedang marah. contoh: Mau muntah aku melihat wajahmu, pergi kamu! 


c. Majas Penegasan


Terdiri atas 7 bentuk:
1. Pleonasme
      Pleonasme adalah majas yang menggunakan kata-kata secara berlenohan dengan maksud menegaskan arti suatu kata. contoh: semua siswa yang di atas harap turun ke bawah

2. Repetisi
      Repetisi adalah majas perulangan kata-kata sebagai penegasan.
contoh: Dialah yang kutunggu ,dialah yang kunanti, dialah yang kuharap

3. Paralelisme
      Paralelisme adalah majas perulangan yang biasanya ada didalam puisi.
contoh: Cinta adalah pengertian Cinta adalah kesetiaan Cinta adalah pengorbanan

4. Tautologi
      Tautoligi adalah majas penegasdan dengan mengulang beberapa kali sebuah kata dalam sebuah kalimat dengan maksud menegaskan. Kadang pengulangan itu menggunakan kata bersinonim.
contoh: Bukan ,bukan ,bukan itu maksudku. Aku hanya ingin bertukar pikiran saja

5. Klimaks
      Klimaks adalah majas yang menyatakan beberapa hal beberapa hal beturut-turut dan makin lama meningkat. contoh: Semua orang dari anak-anak, remaja, hingga orang tua ikut antri minyak

6. Antiklimaks
      Antiklimaks adalah majas yang menyatakan beberapa hal berturyt-turut yang makin lama menurun.
contoh: Kepala sekolah, guru dan siswa juga hadir dalam acara syukuran itu

7. Retorik
      Retorik adalah majas yang berupa kalimat tanya namun tak memerlukan jawaban. Tujuannya memberikan penegasan, sindiran, atau menggugah.
contoh: Apakah ini orang yang selama ini kamu bangga-banggakan?


d. Majas Pertentangan

Terdiri atas 4 bentuk:
1. Antitesis
      Antitetis adalah majas yang mempergunakan pasangan kata yang berlawanan arti.
contoh: Tua muda, besar kecil ,ikut meramaikan festival

2. Paradoks
      Paradoks adalah majas yang mengandung pertentangan antara pernyataan dan fakta yang ada.
contoh: Aku merasa sendirian di tengah kota ajakarta yang ramai ini

3. Hiperbola
      Hiperbola adalah majas yang berupa pernyataan berlebihan dari kenyataannya dengan maksud memberikan kesan mendalam atau meminta perhatian.
contoh: Suaranya menggelegar membelah angkasa

4. Litotes
      Litotes adalah majas yang menyatakan sesuatu dengan cara yang berlawanan dari kenyataannya dengan mengecilkan atau menguranginya. Tujuannya untuk merendahkan diri.
contoh: Makanlah seadanya hanya dengan nasi dan air putih saja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar